Amankah Melakukan Simpan Pinjam di Situs Platform P2P?

Apa itu peer to peer lending atau p2p? Di tahun 2020 ini banyak sekali mengenai artikel tentang yang aku sebutkan sebelumnya. Kenapa? Sistemnya tergantung apa yang kamu lakukan selama pemakaian di dalamnya. Gimana? Tertarik menggunakan peer to peer nya? Kalau begitu, simak baik-baik artikel yang aku tulis agar kamu lebih memahaminya. Let’s go!

 


Dalam melakukan investasi p2p lending atau investasi peer to peer terbaik di Amartha sudah terjamin dalam melakukan layanan lalu membuka peluang kategori wanita-wanita tangguh dalam menjalankan kehidupan atau bisnis demi Indonesia semakin sejahtera. Lalu, keamanan sangat dipercayai karena sudah ada izin, diawasi oleh OJK dalam menjalankannya yang berhubungan juga dengan asuransi. Kalau dampak sosialnya pastinya kamu sudah tahu sistem Amartha seperti apa.

 

Yup, seperti aku jelaskan sebelumnya bahwa dampak yang menonjol selama menjalankan p2p lending di Amartha adalah menyejahterakan masyarakat Indonesia khususnya wanita, pengusaha kecil dan mikro yang tersebar di Indonesia itu sendiri. Amartha mempunyai keuntungan yang menarik. Keuntungan tersebut mencapai 15 persen per tahun, adanya cashflow mingguan dan pembayaran angsuran akan diambil kapanpun.

 

Kemudian, Amartha sudah menerapkan pendanaan yang berkelompok agar mempunyai ciri semangat gotong royong apabila terjadinya suatu masalah termasuk macetnya kredit. Amartha juga bekerja sama dengan perusahaan asuransi jiwa sebagai mitra dan penjaminan kredit Jamkrindo untuk mengurasi resiko bagi pendana dan peminjam dalam tahap apapun.

 

Banyaknya testimoni yang bermunculan di website Amartha dalam bentuk video dan terbukti puas menikmati layanan peminjaman tanpa akses bank melalui Amartha. Lalu proses pendanaan di Amartha gimana ya? Kepo? Lanjutkan sampai habis ya!

 

Di Amartha melakukan tiga tahap yaitu membuka akun pendana dengan melengkapi data pribadi seperti ktp dan rekening bank dan masuk ke proses verifikasi dan bisa mulai mendanai. Setelahnya, si pendana melakukan pemilihan calon peminjam yang sesuai keinginan dengan mempertimbangkan resiko berdasarkan lokasi, jenis usaha dan plafon peminjaman serta terakhir bisa memprediksikan pembayaran pokok dan margin secara skala mingguan.

 

Kalau kamu ingin menarik dana tersebut, dana itu bisa kamu danai kembali atau ditarik untuk kamu gunakan. Hm, menarik juga kan? Tapi, ada resiko juga dalam investasi peer to peer lending atau p2p lending nya. Kamu juga mengetahui adanya reskio gagal bayar sepenuhnya di tangan debitur.

 

Ketika ini terjadi, pihak p2p lendingnya tidak menanggung resiko (tahap menjaminkan pembayaran dari pihak borrower). Tanggung jawab p2p lending adalah mengevaluasi calon peminjam sekaligus memberikan evaluasi resiko masing-masing. Ini menjadi keputusan terakhir sehingga investor menanggung itu semua.

 

Dalam kondisi tersebut, investor memilah terlebih dahulu calon peminjamnya. Penjelasan sebelumnya adalah resiko pertama. Risiko kedua, platform p2p ditutup karena tidak terdaftarnya OJK sehingga keamanannya kurang memadai. Bagi calon investor harus pandai memilah mana platform p2p resmi dan diawasi oleh OJK agar tidak menimbulkan kejadian yang tidak disukai.

 

Resiko ketiga meliputi resiko likuiditas.  P2p tidak semudah apa yang kamu pikirkan, kamu tidak bisa menarik dana apabila belum jatuh tempo loh!

 

Demikian artikel mengenai peer to peer terbaik di tahun 2020, semoga bermanfaat bagi para pembaca atau calon yang menggunakan pinjaman yang terdaftar oleh OJK, jika kamu ingin tahu lagi mengenai artikel yang berhubungan p2p lending maka pantau aja terus artikel. Terima kasih.

Post a Comment

0 Comments